5 Hal yang Harus Dilaksanakan Pangeran Salman sesudah Membeli Newcastle





Club asal Inggris, Newcastle United, sudah sah diambil oleh konsorsium Saudi Public Investment Fund (PIF) pada harga sekitaran 300 juta pound sterling (sama dengan Rp5,8 triliun). Pemerolehan The Magpies sukses mengganti mereka jadi club dengan pemilik paling kaya di dunia, melalui Paris Saint-Germain dan Manchester City.


Saat club ganti pemilikan, tentu saja bakal ada pembongkaran susunan pengurusan yang berada di management. Nach, berikut lima hal yang perlu dilaksanakan Pangeran Mohammed bin Salman sesudah beli Newcastle United. Keep scrolling!


1. Mulai pikirkan nama hebat menjadi pelatih

Berikut hal pertama kali yang harus mulai diperhitungkan oleh Pangeran Mohammed bin Salman sesudah beli Newcastle United. Steve Bruce, manager yang sekarang tangani club, dipandang banyak faksi kurang kapabel agar bisa bawa The Magpies semakin maju.


Eddie Howe dan Chris Wilder yang awalnya sempat masuk bursa calon alternatif Bruce nampaknya tidak diwujudkan. Si pemilik baru tentu saja akan membidik pelatih populer yang bisa pastikan project club jalan dengan seharusnya. Dua pelatih yang saat ini sedang tidak bekerja, Antonio Conte dan Zinedine Zidane, jadi calon kuat untuk status pelatih The Magpies.


2. Membuat team dimulai dari transfer bursa Januari

rhasil mendapati manager baru, The Magpies harus mulai berencana team pada transfer bursa Januari 2022 kelak.


Ini perlu dilaksanakan untuk mengusung mereka yang saat ini ada di status ke-19 klassemen sebentar. Sudah pasti, pada Januari, mereka Judi Online kemungkinan tidak bisa mengubah keseluruhnya team. Tetapi, minimal rangka team mulai bisa dibuat dalam kurun waktu dekat.


3. Targetkan pemain yang dipertahankan

Walau Newcastle mempunyai gagasan untuk mengubah tim mereka, ada banyak pemain yang harus tetap mereka jaga. Satu diantaranya ialah Allan Saint-Maximin. Si pemain memperlihatkan perform terbaik musim ini, walau timnya sekalipun belum mendapatkan kemenangan.


Selainnya Saint-Maximin, The Magpies perlu menjaga pemain kunci seperti Martin Dubravka, Joe Willock, Miguel Almiron, dan Callum Wilson.


4. Membuat gagasan peningkatan pemain muda dan sarana club

Keberhasilan club datang dari dasar yang kuat. Peningkatan pemain muda pada zaman transfer bursa yang makin menggila tentu saja benar-benar dibutuhkan. Pada zaman pemilik awalnya, Newcastle tidak lakukan hal itu.


Sekarang, pemilik baru nampaknya konsentrasi untuk mengatur semua bidang club. Satu diantaranya program peningkatan pusat sekolah tinggi muda untuk mengambil pemain berpotensi di Tyneside. Disamping itu, sarana latihan yang diperlukan tentunya akan diganti dan dibikin semodern sama seperti yang berada di club big six Premier League.


5. Membuat jaringan dengan beberapa suporter


Sepanjang 14 tahun di bawah pemilik awalnya, supporter Newcastle jarang jadi perhatian dan didengar gagasannya. Bahkan juga, memvisualisasikan misi dan tekad club seperti tidak pernah terpikirkan oleh Mike Ashley. Argumen intinya, dia seperti menyaksikan Toon Army sebagai konsumen setia saja.


Pertimbangan semacam itu tentu saja harus selekasnya di hilangkan. PIF harus siap untuk mengutarakan dan memperlihatkan kesetiaan mereka dalam membuat club. Dengan demikian, supporter akan percaya dan memberikan dukungan seutuhnya gagasan periode panjang club.


Itu lima hal yang perlu dilaksanakan Pangeran Mohammed bin Salman sesudah beli Newcastle United. Bila sanggup jalankan club secara pas, kemungkinan besar The Magpies akan balik jadi club yang ditakutkan seperti zaman 1990-an.