Kedatangan Ronaldo dan Bruno Fernandes Dapat Buat Permasalahan di MU, Apa Penyebabnya?
Manchester United atau MU dapat disebut telah lakukan kup jendela transfer saat mereka menuntaskan penandatanganan Cristiano Ronaldo di batasan waktu transfer. Club raksasa Liga Inggris itu cuman keluarkan dana 15 juta euro ditambahkan kekuatan tambahan delapan juta euro.
Pemain depan legendaris Portugal itu, tanda-tangani kontrak 2 tahun dengan pilihan tahun ke-3 sesudah menyepakati kembali lagi ke MU selesai 12 tahun tinggalkan club dengan rekor transfer dunia sebesar 80 juta poundsterling untuk Real Madrid.
Saat pertama bela MU ia amankan tiga gelar Liga Inggris, dua Piala Liga, Liga Champions dan jadi pemain United pertama kali yang memenangi Ballon d'Or semenjak George Best di tahun 1968.
Talenta dan trick-nya pas dengan kegigihan, kecepatan, dan penglihatannya yang mengagumkan untuk cetak gol membuat jadi striker yang perlu disaksikan di dunia sepak bola. Tetapi, saat ini pada umur 36 tahun sdia ialah bintang yang serupa sekali berlainan.
Ronaldo tidak lagi seorang pria Judi Slot yang melayang-layang dari sayap kiri dan menaklukkan tiga pemain saat sebelum tembak ke sudut atas. Ia masih simpan di lokernya, tetapi ia bahkan juga nyaris tidak cobanya sekarang ini. Kebalikannya, Ronaldo mayoritas tempatkan dianya di tempat penalti antara lebar gawang dan mengonversi kesempatan pada tingkat yang mengagumkan.
Sedikit Permasalahan
Saat itu ialah mimpi seorang manager untuk mempunyai penyerang yang nyaris bisa jamin dapat cetak 30+ gol per musim di semua persaingan. Tetapi, itu dapat memunculkan sedikit permasalahan saat club mempunyai pemain seperti Bruno Fernandes.
Magnificat Portugal sudah jadi pemain inti di Old Trafford semenjak kehadirannya pada Januari 2020, cetak 43 gol yang mengagumkan dan menolong 25 gol selanjutnya cuman dalam 83 performa dari baris tengah.
Pemain Tradisionil
Tetapi sementara status awalannya kerap sebagai nomor sepuluh, ia tidak bermain seperti pemain tradisionil dalam peranan itu.
Pemain 10 classic, seorang seperti Mesut Ozil, sukai terima bola antara garis dan 1/2 perputaran. Mereka biasanya cari rekanan satu team dengan operan terobosan dan tajam di ruangan sempit.
Style mavericknya membuat kehilangan bola dengan teratur dan ia cukup kerap lakukan kekeliruan umpan yang cukup standard. Itu karena ia lakukan umpan pembunuh sekitar yang ia dapat.
Sama-sama Bertubrukan
Tetapi, sekarang dengan Ronaldo dan Fernandes bersama, apa output ke-2 pemain masih tetap tinggi? Untuk Manchester United, Fernandes kerap kelihatan ada di status yang serupa sama yang di atas. Ia ambil status sebagai second penyerang dan lari ke belakang untuk terima bola di tempat beresiko, itu argumen ia cetak banyak sekali gol.
Itu type lari yang hendak dilaksanakan Ronaldo dan untuk United untuk menghindar mereka sama-sama bertubrukan, seorang kemungkinan harus sedikit sesuaikan langkah bermain mereka.
Permasalahan Besar
Ke-2 pemain kemungkinan harus sedikit menyesuaikan tapi demikian sukses. Dan itu akan muncul karena pemain teratas selalu ketahuinya, karena itu team akan mempunyai permasalahan yang besar sekali untuk ditemui.
Bila Fernandes bisa kembali dan menyaksikan beberapa kutipan masa lampau dari legenda Old Trafford yang lain di Paul Scholes saat masukkan penalti cuman sedetik lebih lamban dari umumnya, ia akan mendapati dianya lari ke banyak bola ke-2 dan cetak gol sekitar yang ia kerjakan. sekarang ini.

0 Comments